JOMBLO ITU HARUS ELEGAN

Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.

Jika slogan “nyeleneh” di atas benar-benar berlaku, maka kiamatlah dunia ini. Siapa yang mau jadi pekerja kalau semua foya-foya, siapa yang mau tekun ibadah lagi. Hidup “semau gue” toh ujung-ujungnya tetap masuk surga. Tapi tenang saja, itu semua hanya ada di negeri dongeng.

Ketika umur bertambah, tanggungan pun juga ikut bertambah. Kekuatan fisik yang semakin menurun. Masih muda tak banyak mikir apa-apa. Sudah berkeluarga, mikir kemana-kemana. Pendidikan anak, kebutuhan keluarga, hutang sini hutang sana, gali lobang tutup lobang, buka lobang tak bisa nutup. Begitulah siklus kehidupan manusia yang bikin pusing kalau dipikir. Makanya jangan dipikir πŸ˜€ .

Muda adalah usia yang cukup produktif jika bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan. Daya ingatnya cukup kuat dan lupanya lumayan lama. Makanya, di pesantren usia muda dianjurkan untuk hafalan al-Qur’an, hafalan nadzam A, B, baca A, B, dan seterusnya. Jika usianya sudah lanjut, mustahil bisa melakukannya. Andaikan bisa, ia termasuk manusia yang langka. Makanya, tua jangan dibebani hafalan macem-macem, cukup hafalan daftar hutang saja, takut kelupaan. Bisa didemo warga nanti kalau sampai lupa..hehehe. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari segala macam hutang dan kawan kawannya.. amin.

Namun sayangnya generasi muda sekarang banyak yang kurang memanfaatkan kemampuan otaknya untuk menghafal (mungkin termasuk aku juga haha). Jangankan menghafal, membaca buku saja sudah enggan. Mereka lebih asyik dengan jalan-jalan atau traveling. Sibuk mengabadikan momen masa mudanya sampai terkadang lalai menyiapkan masa depannya. Sibuk kencan kesana kemari dengan pujaan hati. Tidak lupa update status sayang-sayangan di media sosial. Pamer kemesraan, seolah dunia hanya milik berdua dan yg lain mondok.. ehh ngontrak maksudnya. Ditambah doyan banget ngeledekin temannya. Misal, hari gini masih jomblo? Ke laut aja sana πŸ˜› .

Sebenarnya bagi yang belum sah, tak perlulah mengumbar kemesraan dengan pacar di media sosial, di depan para jomblo, kasian mereka. Cukup dirahasiakan saja. Toh juga belum sah. Khawatir didoain putus bingung ntar. Kalau putus beneran mewek (nangis) dan bingung beralasan. Katanya doa orang jomblo yang terdholimi gara-gara terus dipameri itu gampang dikabulin loh πŸ˜€ .

Di saat banyak anak muda sibuk menghabiskan uang orang tua bersama pasangannya, mungkin masih ada segelintir anak muda yg tak terdeteksi radar lebih memilih diam dan menghabiskan waktu bersama buku dan juga hafalan. Mumpung masih muda. Bagi mereka, pepatah yang berbunyi “khairu jalisin fi al-zaman kitab (sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku)” sangatlah cocok. Dari pada mengumbar kemesraan dengan pasangan belum sah di media sosial, kan mending bermesraan dengan al-Qur’an, kitab, nadzam, atau buku di sudut perpustakaan (katanya sambil meremas-remas sobekan kertas tak terpakai karena jengkel wkwkw).

Jomblo bukan berarti tidak laku. Hanya menunggu waktu dan momen yang tepat. Mereka hanya sedang memantaskan diri saja. Mereka ingin “menshalihkan” diri dengan harapan bisa mendapatkan yang shalihah, dan begitu sebaliknya dengan para wanita “jomblo”. Diam (gerakan senyap dan militan) bukan berarti kalah. Tapi mereka sedang menyusun strategi agar bisa “sa’adah fi al-darain”.

Mereka hanya ingin “muda gemar baca dan berusaha, tua kaya raya dan bersahaja, mati masuk surga dan foya-foya”.

Jadilah jomblo elegan ya gaess πŸ˜€ . Ini sekedar mewakili cerita para jomblo kok ga lebih wkwkwk

37 tanggapan untuk “JOMBLO ITU HARUS ELEGAN

    1. Nah itu bang yg sulit πŸ˜‚. Tp mengamalkan itu ada dua bang, yang pertama mengajarkannya kpd orang lain, dan yg ke dua menerapkannya dalam kehidupan sehari hari . Mungkin sekarang kita masih ada di point yg ke dua bang. ☺

      Suka

  1. Hahhaha, semua memilih jalan-nya sendiri sendiri, termasuk yang pacaran yg ngumbar kemesraan di sosmed, atau yg memilih menjadi jomblo kutu buku, semua itu sudah ada kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan apapun pilihannya bukan berarti salah πŸ˜‰

    Disukai oleh 1 orang

    1. Iya mbak bener, semua emang terserah mereka mau pilih hidup yg bagaimana πŸ˜€. Aku cuma baca pandangannya dr para jomblower aja mbak. Kasian aja liyatnya wkwkwk

      Disukai oleh 1 orang

    1. aku jomblo kok bang. single? itu mungkin alat mengelak yang ane biasa ane pake. Namun sayangnya, “sekuritas”-nya masih belum menjamin ngehalau “hari gini masih jomblo? Ke laut aja sana” seperti yang ditulis ama mbak Alfu. Hihihihi…

      Disukai oleh 1 orang

      1. Sudah sangat lama tidak mampir dimari. Sangat banyak berubah lebih baik dari pertama kali ketemu. Alhamdulillah semoga membawa keberkahan disetiap aktivitas yang kamu kerjakan. Semangat dan tetep istiqomah nulisnya ya.. πŸ™‚

        Suka

      2. Tp perasaan emang gapernah mampir wkwkwk.

        Yasudah.

        Aminn fidh. Mohon bimbingannya jg supaya bisa nulis kayak dirimu. πŸ˜€

        Suka

  2. β€œelegi” status jomblo itu cuma dogmatis kalo menurut ane, mbak. Sayangnya, walaupun β€œdogma”, jomblo cukup provokatif buat anak-anak muda (yang katanya) milleniall saat ini. Generasi X-Y-Z, katanya. hihihihi

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s