Teman Hidup

boy-couple-girl-hands-love-Favim.com-416325
Sumber: google.com

Mungkin kalo dilihat dari judulnya, ini seperti lagunya Tulus. Tapi sebenarnya ini hanya berisi tentang curhatan curhatan yang mungkin penting dan mungkin juga ga penting bagi aku kamu dan kalian semua :v.

Dengan umurku sekarang yang mungkin sudah tidak muda lagi, mungkin sudah saatnya aku memikirkan tentang ini. Tapi entah kenapa, aku masih pengen jadi anak ibuk yang seperti biasanya. Yang masih pengen di elus elus saat tidur, yang masih pengen dibuatin teh anget tiap pagi, dan masih pengen manja manjaan lagi tentang hal lainnya bersama ibuk. Iya maunya sama ibuk doang, ga ada yang lainnya. (Kamu kayaknya anak ibuk banget ya fu? Yaiyalah anak ibuk, masak anak.e tonggo. Kan gak lucu :P).

Kemarin malam, tumben tumbenan ibuku tanya soal kehidupan asmaraku. Padahal sebelumnya ibuku tidak pernah menanyakan hal sensitif itu kepadaku. Sebenernya sih, dulu aku selalu cerita sama beliau tentang kehidupan asmaraku. Semua aku ceritain sampek ga ada jeda. Aku deket sama siapa, berteman dengan siapa, jalan kemana, dengan siapa, namanya siapa, semua aku ceritain. Ya itu memang harus aku ceritain setiap hari.

Nah malam kemarin, aku jawab saja. Kalo aku sekarang tidak dekat sama siapa siapa. Yah itu jawaban udah jujur sejujur jujurnya kok dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.

Yakin fu ga deket sama siapa siapa? Yakinlah (wkwkw).

Sudah 2 tahunan ini aku memutuskan untuk tidak deket sama siapa siapa. Kecuali sama temen temen deketku. Yang emang bener bener deket sama aku.

Karena aku orangnya bisa introvert, aku seneng seneng aja sih ketika sendiri. Malah emang lebih sering sendiri daripada rame rame. Beli makan sendiri, keluar sendiri, jalan jalan sendiri, makan sendiri, apa apa sendiri, itu sudah biasa sih menurutku. Malah itu lebih asik. Coba deh. wkwkwk

Sebenernya sih dalam memilih pasangan, apalagi pasangan hidup, aku maunya dijodohin saja 😀 . Entah knapa aku kok maunya begitu. Itu masih cuma maunya sih 😀  . Kalo kenyataannya sih malah disuruh cari sendiri sama si emak .

Mungkin aku mikirnya kalo di jodohin kan aku gaperlu ribet ribet lagi cari kesana kemari. Masak cewek yang nyari (aku bukan tipe cewek pencari jodoh yang mati matian banget). Aku hanya tipe cewek yang memang sudah percaya, kalo semua manusia itu nantinya memang punya pasangan dan jodohnya masing masing. Ya kalau memang jodoh, dia suatu saat pasti akan bertamu kerumah kita kok. Ya sudah, tidak perlu dikhawatirkan lagi. Cukup percaya saja, berusaha dalam doa,dan tidak lupa istikharah yaa 😀

Kalo kata Pak Ustadz sih pilihlah calon pasanganmu karena baik agamanya. Baik agamanya maksutnya, dia sholeh dan dia taat kepada perintah tuhannya serta selalu menjauhi larangan dari tuhannya. Setidaknya kalau dia orangnya taat, walaupun dia tidak mencintaimu setidaknya dia tetap akan menghormatimu sebagai wanita dan tidak akan menyakitimu. Kalau dia memang mencintaimu, dia pasti akan lebih menyayangimu dan menghormatimu dan pastinya dia akan selalu membahagiakanmu. Betapa bahagianya kan jika kita memiliki pasangan seperti itu (bolehkan aku bermimpi seperti itu 😀 ).

Sepertinya ini cuma berisi curhatan gapenting saja malam ini :v. Yasudah lah. Baii..

 

Lumajang, 4 Oktober 2017

Iklan

30 tanggapan untuk “Teman Hidup

      1. Akan ada seseorang yang menemukanmu
        Menjadikanmu tujuannya
        Menjadikanmu rumahnya
        Tempatnya berangkat dan pulang

        Akan ada seseorang yang memperjuangkanmu
        Tunggulah, bersabarlah.
        😳😳😳

        *😂 kok aku ngegombal disini ya

        Disukai oleh 1 orang

  1. “Dengan umurku sekarang yang mungkin sudah tidak muda lagi”, penasaran deh sekrang umur brpa? apa sepantaran aku umur 24 tahun 😛

    Terkadang mencintai itu tetap akan menyakiti, engkau akan tau bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta setelah nikah.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Bolehlah bermimpi sprti itu, gak ada yg lrang sih, hanya sja hidup ini kdang tak seindah fiksi..aplgi asa… tp spnjang kita tdk sembarangan pilih, setidaknya dpt yg minimal.😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s