Tentang Pernikahan

5-kebohongan-tentang-pernikahan
google.com

Banyak yang menganggap perjuangan usai setelah akad terucap. Padahal fitrahnya pernikahan adalah awal dari perjuangan nyata kita hadir di dunia. Seberapa besar kita mampu melebur  ego bersama pasangan, berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangga dan menghasilkan generasi yang lebih baik dibandingkan orang tuanya. Pun terlebih untuk mampu menjaga diri dari terpaan dan hantaman godaan yang nantinya pasti hadir.

Menikah tak hanya sekedar perubahan status, dimana segala perjuangan yang dulu ditanggung oleh pundak ayahmu kini ditanggung oleh laki-laki yang berjanji menggantikan perannya. Menikah lebih dari itu, menikah membutuhkan kedewasaan dan komitmen bagi orang-orang yang dewasa dan siap. Makna siap tak selalu berkonotasi dengan kemampuan finansial, jauh lebih dari itu. Siap lebih mengandung makna mampu dan mau bertanggungjawab akan kemana keluarga yang akan ia pimpin, kebaikan atau keburukan kah yang nantinya hadir.

Belum siap secara agamis juga berpotensi besar menciptakan istri yang tidak taat terhadap suami pun suami yang lupa anak istri. Karena sejatinya menikah dibangun oleh kerja sama antar 2 kepala, bukan hanya 1. Kewajiban menjaga pandangan dan diri dari lawan jenis juga bukan hanya milik 1 orang, suami dan istri memiliki peran yang sama untuk menciptakan keluarga harmonis sekaligus sakinah.

Maka yang manakah tujuanmu menikah?
Hanya sekedar ingin atau telah mempersiapkan bekal kebaikan untuk keluargamu nanti?

Iklan

4 tanggapan untuk “Tentang Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s